» Publishers, Monetize your RSS feeds with FeedShow: More infos (Show/Hide Ads)
Itulah kira-kira yang terjadi. Setelah pemerintah melakukan upaya pengalihan minyak kepada gas ini, minyak pun seakan menjadi barang langka, masyarakat (khususnya ibu-ibu) tahan berjam-berjam mengantri untuk mendapatannya. Sementara gas yang diharapkan mampu mengganti peran minyak yang selama ini jadi idolapun setali tiga uang, dibeberapa daerah selain harganya melambung tinggi, elpiji juga sulit di dapatkan di agen maupun di pengecer. Tak pelak situasi seperti itu membuat ibu-ibu rumah tangga tambah kelimpungan.
Mudah-mudahan segera ada jalan keluar, jangan sampai karena minyak tak terkejar sementara gas melambung tinggi lantas masyarakat kembali beralih ke kayu bakar (weleh)….

Buku selain yang kita kenal sebagai sarana penyampaian ilmu juga sebagai medium sosialisasi untuk membangun prestasi. Sebagian kalangan menjadikannya sebagai tempat menyampaikan gagasan dan pikiran, dan inilah yang diperkirakan bakal terjadi menjelang Pemilu, perang buku antar tokoh yang akan tampil. Saling mengkritik lawan-lawan politik.
Mungkin efektif bagi mereka, hingga pemikirannya sampai pada masyarakat, tapi masyarakat yang mana? yang pasti rakyat yang sedang terlilit oleh kenaikan harga BBM tidak akan pernah menyentuhnya. Jangankan buku-buku seperti itu, buku pelajaran sekolah buat anak-anaknya saja tidak terbeli.
Itulah yang saya lihat kemarin, di toko buku sudah marak. Yang jelas bagi saya sendiri buku seperti ini bukanlah pilihan, memotivasi keimanan dalam mempelajari agamanya dengan baik itu yang diperlukan. Entah dengan anda?

Baca di detik.com dan beberapa situs berita lainnya (googling aja), kayaknya santet via sms ini sudah makin
menghangat. Di Palembang sendiri isu ini sudah merebak kemana-mana. Seperti biasa, pasti ada dua kubu. Satu kubu yang percaya satu laginya nggak. Warga masyarakat yang gak percaya sih santai-santai aja menanggapi berita ini, dengan enteng mereka bilang “Apa harus beriman tebal dulu untuk punya HP?”, “Ah, inikan isu menjelang PILKADA”. Sementara yang percaya sudah bisa ditebak, mereka pada nggak berani bawa HP!.
Terlepas benar atau tidak isu ini, saya sempat membaca sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh
Syaikh Abdullah al-Jibrin yang ditanya oleh seseorang tentang kebenaran akan adanya Jin yang menintimidasi/menteror seseorang lewat telpon. Dan menurut syaikh memang bisa saja terjadi,
karena memang jin jahat dapat memberikan pengaruh kepada manusia dengan gangguan yang kadang bisa mematikan, kadang hanya sekedar menakut-nakuti manusia, dan hal-hal lainnya yang disahkan oleh sunnah dan ditunjukkan oleh kenyataan.
Kembali ke permasalahan sms setan ini, sebenarnya tidak perlu ditanggapi dengan panik, sebagai manusia beriman tentu tidak dengan mudah kalah oleh hal-hal semacam ini, apalagi baru sekedar isu yang kebenarannya masih harus dibuktikan. Toh kalo pun iya benar, kenapa harus takut? Allah dan RasulNya telah mengajarkan kita bagaimana membentengi diri dari segala gangguan kejahatan setan baik sihir dan lainnya. Tapi itu kembali kepada masing-masing, sudahkah membiasakan diri untuk selalu berlindung kepada Allah dan mentaati segala perintahNya setiap saat. Contoh kecil saat akan makan, kadang kita lupa berdoa, mengucapkan bismillah. Begitupun saat akan tidur, padahal Rasulullah melalui sebuah hadist dari Abu Hurairah yang membenarkan ketika Iblis berkata kepada Abu Hurairah jika seseorang membaca ayat Kursi, pada suatu malam, maka ia akan mendapat penjagaan dari Allah dan setan tidak mendekatinya hingga Shubuh.
Nah, sekarang buat yang takut, hidupkan lagi HPnya yah…

Ini bukan sembarang nabung, karena yang ditabung bukanlah uang sisa belanja atau uang yang telah disisihkan setelah dibagi-bagi dengan keperluan lainnya. Tapi yang ditabung ini adalah semua uang penghasilan yang didapat selama sebulan! Lho? buat apa?
Aksi mengikat pingang sekencang-kencangnya ini bukan tanpa alasan, soalnya nggak lama lagi (insya Allah) saya akan segera menikah dengan seorang gadis ( ya, iyalah). Berhubung si gadis tinggal jauh (di pulau jawa) sementara saya di pulau sumatera hingga ongkos (bener-bener ongkos) yang dibutuhkan nggak sedikit. Semuanya tidak akan menimbulkan kepanikan yang luar biasa seandainya saja harga BBM tetap mantap ditempatnya dan nggak melambung-lambung… tinggi-tinggi sekali….Karena dampak dari kenaikan BBM ini berimbas pula pada harga tiket! Dana yang semula ditaksir mencukupi buat ongkos, setelah dihitung-hitung lagi malah kurang hingga menuntut saya melakukan aksi nabung besar-besaran.
Yah, mau bagaimana lagi. Inilah ujian, macam-macam bentuknya. Yang jelas menikah adalah salah satu sunnah para Rasul, seperti dalam hadist berikut, “Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul;rasa malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. Tirmidzi)
Sesulit apapun keadaannya saat ini, saya sih akan tetap percaya bahwa Allah akan menolong siapa saja yang berusaha menjalankan sunnah RasulNya. Seperti sabda Nabi kita Shalallahu Alaihi Wassalam,
“Ada tiga golongan yang pasti ditolong oleh Allah; seorang budak yang ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, orang yang menikah karena ingin memelihara kesucian dan pejuang di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)
Nah, sodara-sodara doakan saya….

Dulu waktu kecil, ortu selalu mengajarkan kita untuk membiasakan diri membaca ‘Bismillah’ ketika akan memulai pekerjaan apapun. Saat masih kecil itu kita kadang nggak tahu kenapa harus membaca bacaan itu. Hingga beranjak dewasa dari ikut ngaji dan nyomot ilmu dari sana sini dan buku ini itu, mulailah kelihatan hasilnya, terbukti kini sudah berhasil menemukan jawaban kenapa kita harus membaca ‘Bismillah’.
‘Bismillah’ yang diterjemahkan dalam bahasa kita: “Dengan menyebut nama Allah” merupakan penggalan salah satu ayat dalam surat An Naml dan sebagai ayat pertama yang membuka surat Al Fatihah ini pun menjadi salah satu amalan yang tidak ditinggalkan (insya Allah). Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semua ini karena saya teringat sebuah hadist Dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu yang pernah saya dapatkan dari kajian dulu,
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barang siapa yang membaca:
“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.” (HR. At Tirmidzi)
Banyak sekali dalil yang menjelaskan keutamaan dan keharusan kita membaca Basmalah ini.
Nah, mengawali posting di blog baru ini pun tidak lupa saya mengingatkan diri saya pribadi dan kita sekalian untuk membiasakan melakukan amalan ini, meski hanya untuk memulai menulis di blog yang kadangkala diangkap sebelah mata, Insya Allah agar tulisan atau bacaannya itu mendapat barakah dari Allah subhanahu wata’ala, mendapat tsawab (pahala) dan bermanfaat. Jadi mengawali suatu amalan perbuatan atau perkataan itu dengan membaca basmalah tidak lain hanya dalam rangka bertabarruk (mencari barakah) kepada Allah subhanahu wata’ala dan untuk mendapatkan pahala dari-Nya. Sebuah keistemewaan yang sering dicari dan diimpikan oleh kebanyakan orang. Termasuk kita, bukan?

Lebih tepatnya kembali ke WP. Dulu saya pernah punya beberapa Blog disini, entah itu sekedar coba-coba atau iseng saja mencoba berbagai template, jenuh ngotak-atik akhirnya saya tinggalkan. Begitu juga dengan yang di Blogspot. Akhirnya dari hasil seleksi alam, jadilah tinggal blog saya yang Multiply (MP) saja sekarang. Rasa kangen lah yang membuat saya kembali Blogging kemari.
Tanpa mencari kelemahan dan kelebihan masing-masing, ibarat lelaki yang berpoligami kita memang dituntut adil. Sedangkan bagi saya adil itu susah terutama untuk saat ini, waktu yang dibatasi oleh pekerjaan utama sementara ngeblog toh hanya sekedar hobi. Jadi alangkah bijaknya kalau kita saya mendahulukan yang wajib.
Ngeblog ini kan menjadi bagian yang kita kerjakan didunia, memakan (sedikit?) waktu kita, mengisi beberapa tahun umur kita, tentu saja kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang kita tulis disini.
“Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan. tentang hartanya darimana dia dapatkan, dan untuk apa dia infakkan. tentang badannya untuk apa dia kerahkan. ” [At Tirmidzi]
Jadi, mau nya sih blog ini bisa diambil manfaatnya. Supaya semua tidak menjadi sia-sia. Kalau ada ilmunya yang bisa dibagi ya silahkan diambil, begitu juga sebaliknya kalau ada kekurangan mohon sarannya agar bisa menjadi lebih baik.
“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)
Barokallahu Fykum.









