» Publishers, Monetize your RSS feeds with FeedShow: More infos (Show/Hide Ads)
http://www.eramuslim.com/oase-iman/episode-sakura.htm
Sakura…sakura…ima saki hokoru
Setsuna ni chiri yuku sadame to shitte
Sakura…sakura….tada mai ochiru
Itsuka umare kawaru toki wo shinji
(Sakura song by Moriyama Naotama)
Jepang identik dengan negri sakura, pekan ini sedang menikmati keindahan bunga sakura. Sakura dalam bahasa jepang artinya mekar. Bunga ini ditanam secara berkelompok. Biasanya ditanam di pinggir sungai atau taman. Tak heran, pemandangan dominan di Jepang awal bulan april adalah rimbunan bunga sakura. Bunga sakura ada yang berwarna putih, merah muda atau putih kekuningan. Di Jepang varietas bunga sakura amat beragam, tapi yang terbanyak adalah jenis yoshino dan yamazakura. Kelopak bunganya berjumlah 5 helai tapi ada juga yang sampai 100 helai. Bunga sakura tidak memiliki daun. Begitu mekar terlihat gerombolan bunga saja. Subhanallah, indah sekali..
Proses kuncup, mekar dan mekar seluruhnya, dapat dilihat melalui sakura zensen atau peta mekarnya bunga ...
http://www.eramuslim.com/oase-iman/pasien-meiji-41.htm
Saat merapikan tumpukan kartu status pasien yang datang hari ini, mataku terfokus pada satu status pasien. Kucolek Torikoe-sensei rekan kerja yang disampingku, seraya menunjuk kolom data kelahiran.
“Meiji yon ju ichi nen!” pekiknya tertahan. Aku mengangguk.
Ya, Februari tahun ini, pasien itu berusia 101 tahun!!! Subhanallah, desisku tak henti-hentinya bertasbih.
***
Nenek 101 tahun itu kini berada di hadapan dokter kepala bagian oral functional rehabilitation, yang juga profesor pembimbingku. Duduk di kursi roda dengan atapan kosong. Wajahnya keriput penuh guratan. Pendengarannya tidak peka lagi, sehingga harus berbicara keras di samping telinganya. Suaranya lemah nyaris tak terdengar. Respon alat geraknyapun lamban. Ketika datang, kepalanya diikat dengan bandana yg melintang dari dagu sampai kepala bagian atas. Menurut putranya, sang ibu sering mengalami dislokasi (pergeseran) sendi rahang. Membuka mulut sedikit untuk menguap saja, ...
Diambil dari Eramuslim:
http://www.eramuslim.com/oase-iman/hijrah-kedua-sang-musashi.htm
Selamat menikmati 
******
Taiyo-san namanya. Berasal dari belahan barat negeri sakura. Tertarik pada Islam di Indonesia saat pengambilan data untuk thesis masternya. Ketika azan digemakan, orang disekitarnya berbondong-bondong datang ke masjid untuk sholat, bahkan saat rombongan penelitian berada di kawasan hutan belantara sekalipun, mereka melakukan sholat. Ada apa dengan sholat? Pikirnya.
Kelak hal itu terjawab bersamaan dengan jawaban keingintahuannya tentang sumber ketenangan hati. Syahadat pun diikrarkan. Janji Allah, hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenang. Disitulah letak kebahagiaan hidup hakiki yang dicarinya.
Pernikahan dengan muslimah Indonesia, menambah mantap hijrahnya. Perjuangan mempelajari Islam dilanjutkan melalui bantuan sang istri. “Saya sedang mengajarinya membaca Alquran” Kata sang istri suatu saat. Peranan pasangan hidup di awal membangun mahligai rumah tangga di negeri...
Dalam membuat sushi, keberhasilan membuat nasi sushi (sushi-meshi) yang baik akan menentukan cita rasa sushi yg betul-betul terasa 'mushy' . Begitu yg disampaikan Inoue sensei saat saya menghadiri "Japanese cooking class" di OPIEF (Okayama Prefectural International Exchange Foundation).
Selanjutnya jika kita berhasil membuat nasi sushi dgn baik, nasi tersebut akan lezat disantap dalam bentuk apapun. Dikepal, digulung atau hanya diletakkan di cawan seperti nasi biasa. Ada beberapa point penting dalam membuat nasi sushi:
1. Gunakan cuka sushi sesuai takaran. Terlalu sedikit atau terlalu banyak, jelas mempengaruhi cita rasa nasi. Untuk yg muslim, hati-hati dalam memilih cuka sushi. Pilihlah yg tidak mengandung alkohol/sake.
2. Aduklah nasi atau cuka sesuai saran. Jangan lupa kipasi saat mengaduk nasi. Kalau orang sunda tindakan seperti ini istilahnya supaya nasi jadi "keked".
3. Gunakan wadah dari bambu untuk mengaduk nasi. Di Indonesia,...
"Mending uangnya buat beli yg lain deh, dibanding beli buku terus. Lagian Izza kan belum bisa baca ..." begitu saran neneknya melihat koleksi buku si sulung yg bertambah terus.
Saya tersenyum menanggapi saran ibu. Perbedaan paradigma selalu ada pada generasi yg berbeda. Insya Allah suatu saat ibu atau siapapun yg melihat ini akan paham, begitu saya berhusnudzhon.
Setiap bulan kami mempunyai anggaran khusus untuk buku dan perawatannya. Perawatan buku seperti hard cover, menyampul plastik atau memperbaiki buku yg rusak krn tersobek. Buku menjadi oleh-oleh baginya saat saya bepergian atau bekerja. Tak heran 1/5 gaji dokter gigi PTT kandas di toko buku atau loper majalah anak
.
"Anak-anak rata-rata menerima 460 komentar negatif atau kritik dan 75 komentar positif positif atau dukungan setiap hari "
(Quantum Learning-Bobbi De Potrer & Mike Hernacki)
"Duh, mas Izza sholeh ya....main sama-sama dgn de' Shidqi" pujiku tulus ketika melewati adik kakak yg sedang bermain bersama, menuju balkon membawa keranjang jemuran.
Yang dipuji tersenyum simpul sambil mengajari adiknya merangkai kereta mainan. "Giniih dek cara nyambungnya. Iniiiii...."
Paling menyenangkan memang melihat pemandangan kakak beradik akur dan main bersama seperti ini. Namun....adakalanya gesekan terjadi juga. Kalau sudah begitu, bunda harus turun tangan untuk melerai. Kadang disertai nada protes pada si sulung.
Akhir-akhir ini, ada satu azzam untuk lebih banyak 'menangkap basah' setiap perbuatan baik anak, terutama si sulung. Saya merenung ternyata saya tidak cukup fair padanya. Saya terlampau jeli melihat kesalahannya tapi tidak cukup jeli untuk menangkap saat-saat d...







