• Shortcuts : 'n' next unread feed - 'p' previous unread feed • Styles : 1 2

» Publishers, Monetize your RSS feeds with FeedShow:  More infos  (Show/Hide Ads)


Date: Wednesday, 27 Aug 2014 22:30

Berapa lama proses menyiapkan anak hingga bisa mandiri? Sehari, dua hari? Sebulan, dua bulan?

Dari pengalaman pribadi di keluarga kami, ternyata waktu yang dibutuhkan kurang lebih 5 tahun.

Ha, lima tahun?

Hehehe… betul.

Kasus itu kami ambil dari keterampilan Tata memasak (membuat kue). Sejak mulai berkegiatan membuat kue bersama di usia sekitar 5 tahun, sekarang Tata relatif sudah bisa mandiri membuat kue; mulai mencari resep, menyiapkan bahan, hingga membuat adonan. Pada bagian yang berhubungan api (baking), dia masih butuh bantuan. Tapi secara umum, hampir semua proses sudah bisa dilepas. Bahkan, dia sudah mulai bisa menggunakan feeling saat membuat donat tentang jumlah bahan yang harus ditambahkan.

tata-donat

***

Buatku, lima tahun proses yang kami jalani bersama Tata ini menarik. Mungkin ada juga faktor perkembangan fisiknya (usia 10 tahun) yang membuat dia sekarang sudah lebih terampil. Tapi tak bisa dipungkiri, berbagai kegiatan yang dilakukan berulang-ulang, selama bertahun-tahun juga menjadi faktor stimulus yang penting dalam perkembangannya.

Apakah harus lima tahun? Tentu saja tidak. Itu hanya salah satu contoh, dari satu kasus yang kami alami.

Apakah lima tahun lama? Rasanya sih tidak juga karena kami hanya menikmati proses dan tak pernah memikirkannya.

Nah, ternyata buah dari proses yang berjalan selama ini baru mulai terasa. Dengan kemandirian Tata, sekarang ini yang menjadi teman dan mentor Duta untuk belajar memasak adalah Tata. Saat Duta minta bikin donat sementara kami sedang sibuk dengan pekerjaan, Tata menjadi dewi penyelamat karena dialah yang menemani Duta membuat donat.

Jadi buat teman2 yang anaknya masih kecil, santai dan dinikmati prosesnya ya… Stimulasi jalan terus, tapi jangan terlalu berharap bisa segera melihat hasilnya. Semua ada waktunya… :)

Author: "Aar" Tags: "Kegiatan Tata"
Comments Send by mail Print  Save  Delicious 
Date: Wednesday, 27 Aug 2014 03:26

Sesaat menjelang pergi ke acara reuni Perempuan Inspiratif Nova, ibu memberi kabar bahwa beliau diundang oleh ibu Sue Aziz untuk menghadiri acara minum teh di SOGO. Ibu yang memang pecinta teh langsung semangat & mengajakku untuk menghadirinya juga.

Kebetulan waktunya cocok, jadilah pulang dari acara halal bihalal aku langsung melaju ke Kota Kasablanka. Kebetulan Sogo Kasablanka satu gedung dengan klub olahraga anak-anak. Kebetulan anak-anak sedang latihan team sampai jam 7 malam. Jadi rasanya banyak sekali kebetulan yang terlalu sayang untuk dilewatkan.

***

Saat aku datang di acara Tea Party Sogo Kasablanka, acara sudah berjalan kurang lebih setengah jam. Di sana sudah duduk manis ibu, tante Ari dan ibu Aziz lengkap dengan mangkuk berisi sesuatu seperti pangsit rebus berbau aneka rempah. Dikemudiannya aku baru tahu kalau itu adalah Chinese Seafood Ravioli Sauce. Rasanya? Hmm, raviolinya lumayan tapi kuahnya menurutku agak sedikit keasinan. Sambil menikmati ravioli aku berusaha menyimak Ratna Soemantri sang Tea master mendemonstrasikan cara membuat teh & menjelaskan seperti apa teh yang berkualitas itu.

Sering sih aku mendengar kalau teh yang baik adalah teh yang dibuat dari pucuk daun teh. Tapi terus terang rasanya baru kali ini aku minum teh “beneran” yang dibuat dari pucuk daun teh yang tehnya bisa aku makan langsung. Ternyata daun teh kering yang bagus itu cukup enak dimakan langsung. Rasanya kriuk2 seperti krupuk, tapi ada sensasi pahit teh yang enak. Dimakan gitu aja sambil minum teh dingin rasanya enak sekali. Aku juga baru tahu kalau teh berkualitas itu ternyata bisa diseduh langsung dengan air dingin.

Kemudian dibagikan teh hangat yang disajikan dengan cangkir cantik dari Royal Albert. Sambil menikmati teh, Ratna Soemantri terus menjelaskan ragam info seputar teh,  mulai sejarah teh sampai bagaimana tata cara minum teh yang benar. Bagaimana posisi cangkir, sendok, tangan dll. Wah, rumit  juga ternyata cara minum teh ya, hehehe

Setelah menikmati teh dingin & panas, saatnya demo masak oleh Chef Abboud. Kali ini yang dimasak chef Abboud adalah Orange-Pear Rosemary Compote Trifle (namanya panjang bener ya?). Ini adalah potongan buah pear yang dimasak dengan rosemary & parutan kulit lemon yang disiram cream cheese ditambah potongan jeruk & stroberi.

Yang seru buatku adalah karena aku berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan MC setelah demo masak. Jadi segelas besar makanan lezat yang baru dibuat chef Abboud menjadi hadiah untukku. Waaaa ini benar-benar diet setahun bisa porak poranda dalam setengah jam. Sayangnya kue yang enak itu tidak bisa dibawa pulang kecuali aku beli gelasnya, hehe..

Akhirnya dengan berat hati karena tahu diri kalau tubuh ini sudah berat sekali makanan enak itu hanya kucolek-colek sebagian, dan mungkin karena menahan diri rasanya kok jadi dobel enaknya ya??

acara-minum-teh-sogo

tea-party-bersama-royal-albert-dan-green-pan

Dalam acara Tea Party Sogo ini, selain makanan lezat tadi aku juga dapat hadiah + goodiebag dari SOGO berisi handuk, piring keramik & teko teh keramik.

Jadi lumayan terhibur dari melepaskan Orange-Pear Rosemary Compote Trifle yang lezat itu. Senang juga bisa berfoto dengan ibu Aziz (Madame Soka) & Ratna Soemantri (pengarang buku The Story in a Cup of Tea).

Terima kasih SOGO, sering-sering undang kami ya. O iya, dalam acara minum teh kemarin Ibu dapat satu tea set isi 6 sedangkan tante Ari dapat satu penggorengan dari Green Pan. Benar-benar bertabur hadiah, senangnya ^_^

hadiah-acara-minum-teh

Author: "Lala" Tags: "Lala"
Comments Send by mail Print  Save  Delicious 
Date: Monday, 25 Aug 2014 00:53

Dalam proses penciptaan suatu karya pasti tersimpan berbagai kisah menakjubkan. Inilah yang melandasi Tabloid NOVA membuat ajang “Perempuan Inspiratif NOVA” karena NOVA percaya setiap kisah itulah yang berkesan dan bisa menginspirasi perempuan-perempuan lain untuk berkarya.

Sejak tahun 2008 Tabloid NOVA memilih dari ribuan perempuan Indonesia untuk berbagi kisah dan mimpinya agar menjadi inspirasi bagi setiap perempuan di pelosok Indonesia.

reuni-pin3Aku merasa beruntung bisa menjadi salah satu keluarga besar Perempuan Inspiratif NOVA (PIN) karena pernah menjadi Perempuan Inspiratif Nova 2013 untuk bidang teknologi. Jaringan pertemanan & persahabatan yang terjalin selama karantina membuatku serasa punya saudara dari ranah Aceh sampai Larantuka.

Makanya, aku semangat ketika menerima undangan halal bihalal plus reuni PIN dari tahun 2008-2013. Aku sadar sih, kemungkinan kumpul semua pasti kecil karena sebagian besar pemenang PIN 2013 berasal dari luar Jakarta. Benar deh, begitu aku datang ke resto Soemantri di Plaza Senayan, dari angkatan 2013 hanya aku dan mbak Nina yang hadir.