» Publishers, Monetize your RSS feeds with FeedShow: More infos (Show/Hide Ads)
Date: Friday, 04 Jul 2008 09:49

Penulis: Hermawan Aksan
ISBN: 978-979-1227-24-7
Jumlah halaman: 304 halaman
Penyunting: Imam Risdiyanto
SINOPSIS
Anggalarang masih ingat dengan jelas, seakan-akan baru terjadi kemarin, atau kemarin dulu, tatkala wajah kakaknya, Dyah Pitaloka, memancarkan cahaya gemilang untuk menjemput kebahagiaan di tanah Jawa. Putri kesayangan Kerajaan Sunda itu siap bersanding dengan seorang raja besar, raja terbesar, dari Majapahit Wilwatikta, negeri terbesar di Dwipantara. Ah, putri tercantik bersanding dengan raja muda paling berwibawa, bukankah tak ada kebahagiaan yang bisa melebihinya?
Namun, kenapa ibu dan pamannya, terkesan tak mau menceritakan apa yang terjadi pada ayah dan kakaknya di sana? Adakah sesuatu yang harus dikubur dalam-dalam? Adakah nista yang membuat kisah menyedihkan itu tak layak dipahaminya? Padahal ia adalah putra satu-satunya Prabu Maharaja, satu-satunya ahli waris takhta Kerajaan Sunda, dan bahkan kemudian bergelar Prabu Anom Niskala Wastukancana?
Date: Saturday, 21 Jun 2008 07:35

Penulis: Dominique Lapierre
ISBN: 978-979-1227-22-3
Penerjemah: Wardah Hafidz
SINOPSIS
Di tengah buruknya sanitasi, ketiadaan fasilitas, Lapar (dengan L besar--sangat lapar hingga tubuh layu dan mengerut bagai buah yang mengering), serta perih pedih getir yang setiap saat harus ditelan oleh orang-orang Anand Nagar dalam kehidupan keseharian, justru di tempat inilah aura spiritualitas meraja, seperti angin alami yang berhembus di dada masing-masing penghuninya.
Ikutilah kisah Stephan Daddah (kakak) dalam menghikmati kehidupan bersama jiwa-jiwa tulus di Anand Nagar--Hasari Pal sang penarik angkong (becak yang ditarik manusia), Anouar dan penghuni rumah lepra lainnya, sampai Kalima, seorang sida-sida (kaum transvestit kasta Hijra yang berperan dalam perayaan penyambutan kelahiran bayi). Kisah ini telah menginspirasi khalayak seluruh dunia. Engkaulah cahaya dunia!
"Negeri Bahagia merupakan sebuah senandung tentang cinta, kelembutan, dan harapan."
Florence Prouverelle, Diplomat
"Ada pahlawan di setiap senti karya kasih ini ... karena di lubuk penderitaan Calcutta, dia juga menemukan tawa, cinta, keindahan, dan banjir kebahagiaan spiritual."
New York Post
"Beberapa penggal bagian dalam buku ini akan terus melekat dalam diri pembaca selamanya. Buku ini memuat pelajaran-pelajaran penting berupa ketegaran dan kehormatan, dan tentang apa yang benar-benar penting ketika hidup diperas sampai tetes terakhir."
Washington Post Book World
Date: Saturday, 21 Jun 2008 07:31

Penulis: Victor Hugo
ISBN: 978-979-1227-26-1
Penerjemah: Anton Kurnia
Penyunting: Rh. Widada, Rika Iffati Farihah
SINOPSIS
Les Miserables—yang diterbitkan secara bersamaan ke dalam 9 bahasa pada tahun 1862—adalah sebuah kisah luar biasa berlatar kekacauan politik di Perancis pada era sesudah kekuasaan Napoleon. Ratusan tokoh—les miserables, korban-korban malang dalam masyarakat Perancis—dijalin ke dalam kisah seorang mantan narapidana, Jean Valjean, dan perjuangannya yang penuh keberanian untuk menebus masa lalunya. Sebuah dokumen sosial yang kuat mengenai kemiskinan, kebodohan dan kebrutalan manusia, Les Miserables juga merupakan sebuah kisah petualangan yang menjerat emosi, dan terkenal karena adegan-adegan menegangkan semisal penggambaran pertempuran di Waterloo.
Victor Hugo meraih puncak kekuatannya dalam novel tentang Perancis abad kesembilan belas ini. Dalam karya ini bergabunglah keahlian dramatik Hugo sebagai penulis drama, imajinasi Hugo yang kaya sebagai seorang pujangga dan kelembutan hati Hugo, sebagai seorang manusia.
Date: Saturday, 21 Jun 2008 07:23

Penulis: Christine Daymon & Immy Holloway
ISBN: 978-979-1227-25-4
Penerjemah: Cahya W
Penyunting: Imam Risdiyanto
SINOPSIS
Riset kualitatif memegang peranan penting sekaligus potensi besar dalam studi hubungan masyarakat serta komunikasi pemasaran. Sebab, riset kualitatif memungkinkan periset untuk terlibat secara erat dengan partisipan riset. Hal ini membantu periset untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses sosial, faktor-faktor yang memotivasi tindakan manusia, serta konteks situasi yang melingkupinya. Kepedulian terhadap hal-hal tersebut membantu studi hubungan masyarakat dan komunikasi pemasaran. Salah satunya untuk mengenali sudut pandang subjektif, terutama yang berlaku pada stakholders kunci, demi mengembangkan dialog yang efektif dan kolaboratif.
Buku ini adalah panduan yang praktis serta mudah dipahami untuk melakukan riset kualitatif dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi pemasaran. Diperuntukkan bagi periset pemula, buku ini memerinci tahap demi tahap proses riset, mulai dari memilih topik riset dan menulis proposal, sampai metode menyeleksi kumpulan data dan menganalisis, kemudian menuliskan laporan riset. Buku ini juga diperkaya dengan renungan-renungan etis yang senantiasa menjadi perdebatan sekaligus pijakan periset. Selain itu, perbedaan-perbedaan orientasi dalam riset juga dipetakan, karena masing-masing orientasi akan memiliki dampak yang berbeda pula terhadap bagaimana riset dijalankan dan dimengerti.
Apa saja yang dikandung dalam buku ini?
- Panduan praktis dalam setiap tahap riset
- Latar belakang teoretis yang berkaitan dengan riset kualitatif serta komunikasi
- Petunjuk dalam mengguakan internet
- Contoh-contoh dan ilustrasi yang renyah dan membantu pemahaman
- Ilham dari pengalaman-pengalaman riset kualitatif
- Glosarium dan referensi yang kaya
- Dr. Christine Daymon adalah kepala program MA Corporate Communication di Bournemouth University.
- Dr. Immy Holloway adalah Sosiolog dari Bournemouth University. Ia juga menulis Basic Concepts for Qualitative Research diterbitkan oleh Blackwell Science.
Date: Saturday, 21 Jun 2008 07:15

Penulis: Patch Adams
ISBN: 978-979-24-3827-7
Penerjemah: Ibnu Setiawan
Penyunting: Wendratama
SINOPSIS
Kenalkan Patch Adams, seorang revolusioner sosial. Dokter, badut, pria dengan segudang profesi, Patch adalah pendiri Gesundheit! Institute, klinik pengobatan gratis di West Virginia yang telah merawat lebih dari 15.000 orang. Patch melakukan metode pendekatan hubungan personal kepada pasien untuk membantu mereka sembuh, berbeda dengan pendekatan klinis semata yang selalu diterapkan oleh rumah sakit pada umumnya. Untuk itu, dia memakai hidung badut berwarna merah untuk anak-anak kecil yang sakit ataupun mengajak pasien yang gelisah berjalan-jalan menuruni bebukitan.
Patch berharap dengan adanya dukungan dari seluruh dunia, Gesundheit! Institute akan membangun sebuah rumah sakit gratis untuk siapa pun. Ambisius? Ya. Mustahil? Tidak, bagi mereka yang mengenal Patch. Dua belas tahun pertama (1971-1983), Patch menerima 500-1000 pasien setiap bulan di “rumah sakit”-nya yang buka 24 jam. Pada tahun-tahun itu pula tak seorang pun menyumbang hingga para staf harus mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai praktik mereka.
Cerita Patch Adam yang mengagumkan serasa film-film produksi Hollywood—dan memang begitulah kenyataannya. Tapi bagi mereka yang menyukai film Patch Adams dan ingin mengetahui keseluruhan cerita yang menginspirasi film tersebut, buku inilah resep dokternya.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:26

Penulis: Maulana M. Syuhada
ISBN: 978-979-1227-12-4
Jumlah halaman: xxii + 550 hlmn
Penyunting: Salman Faridi, Imam Risdiyanto, Nanik Susanti
Harga: Rp. 59.000,-
SINOPSIS
Buku ini berkisah tentang sekelompok anak muda yang berjuang mengenalkan budaya Indonesia melalui musik angklung. Siapa sangka, angklung yang terlihat sederhana dan bersahaja dapat tampil menggetarkan setiap panggung di negara-negara Eropa. Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meski awalnya terancam batal berangkat ke eropa.
Namun, berbekal keberanian, kerja keras dan cerdas serta mimpi untuk membuat tim ini sejajar dengan musisi internasional lainnya, tak ada rintangan yang tak dapat dilalui. Meski tertatih, kelompok musisi yang membawa misi Expand the Sound of Angklung ini terus menebar pesona di seantero eropa. Berbagai kota mereka taklukkan dengan keindahan alat musik tradisional asli indonesia. Semua terkesan. Semua takjub dengan keajaiban yang bisa didatangkan sebuah instrumen musik. Pada akhirnya, misi budaya ini menegaskan identitas bangsa yang bisa berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lainnya..
TENTANG PENULIS
Maulana M. Syuhada adalah pecinta seni yang punya hobi sekolah. Setelah lulus dari Teknik Industri ITB tahun 2001, ia pergi ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan master di bidang Manajemen Produksi di Technische Universitaet Hamburg-Harburg. Selama tinggal di Jerman ia aktif terlibat di berbagai kegiatan seni dan budaya. Tahun 2002 ia mendirikan " Angklung-Orchester Hamburg", sebuah grup angklung kampus, dan berhasil menjaring mahasiswa asing yang berasal dari sepuluh negara berbeda. Setahun kemudian bersama tiga rekan mahasiswa lainnya, ia membentuk grup Sabilulungan, sebuah grup kesenian Sunda amatir yang menspesialisasikan dirinya pada kacapi-suling dan rampak kendang. Maulana juga merupakan personil grup gamelan Margi Budoyo Hamburg dimana ia melakukan pentas bersama grup secara reguler. Ia merupakan salah satu konseptor “Wayang Kontemporer” yang dipentaskan untuk pertama kalinya di Eropa pada November 2003 pada Festival Gamelan di Berlin. Pengalaman terbesarnya di bidang seni dan budaya adalah ketika memimpin Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA 3) melakukan muhibah budaya ke enam negara Eropa selama 40 hari pada musim panas 2004, yang dikisahkannya dalam buku “40 Days in Europe” ini. Sejak tahun 2005 ia tinggal di Inggris untuk melanjutkan pendidikan doktor di bidang Management Science di Lancaster University Management School.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:24

Penulis: Gabriel Garzia Marquez
ISBN: 978-979-1227-06-3
Jumlah halaman: viii + 550 hlmn
Penerjemah: Nin Bakdi Soemanto
Penyunting: E. Wendratama
Harga: 64.500,-
SINOPSIS
Dinlai sebagai karya terbaik dan paling terkenal Garzia Marquez, Seratus Tahun Kesunyian mengisahkan perjalanan seratus tahun kehidupan Macondo, sebuah desa yang didirikan oleh José Arcadio Buendía, setelah meninggalkan desanya akibat konflik aneh dengan hantu dari seseorang yang telah ia bunuh dengan tombak. Kehidupan seratus tahun di Macondo ini berpilin di seputar rumah besar dinasti Buendia, yang menurunkan banyak individu dengan “kegilaan” masing-masing.
Novel dengan nuansa komikal sekaligus tragis ini juga disebut sebagai novel politik khas benua Amerika, sebuah konflik dan situasi politik yang kaya dengan aspek kultural dan individu-individu yang mungkin .
Kisah panjang yang ajaib ini menampilkan kompleksitas kehidupan manusia: ibu rumah tangga yang luar biasa, pemikir dan kehidupannya yang mengatasi zaman, kejayaan dan kesunyian serdadu, insomnia dan amnesia, dan nuansa-nuansa magis yang menyelimuti dinasti Buendia.
"Sekelompok petualang mendirikan sebuah desa di tengah hutan di Amerika Selatan. Peristiwa ini menandai awal dari sebuah dunia, sebuah keluarga besar, seabad kejadian-kejadian luar biasa, dan sebuah novel yang sangat memikat."
—The Times
"Anda keluar dari novel ini seperti bangun dari mimpi, dengan pikiran puncak … di mana Garzía Márquez naik ke atas panggung bersama Günter Grass dan Vladimir Nabokov, hasratnya sekuat imajinasinya, dengan fatalisme lebih besar dari pada keduanya. Mengagumkan."
—New York Times
TENTANG PENULIS
Gabriel García Márquez lahir di Aracataca, Kolumbia tahun 1928. Ia belajar di Universitas Bogota dan terakhir bekerja sebagai wartawan untuk koran Kolumbia El Espectador dan menjadi koresponden asing di Roma, Paris, Barcelona, Caracas, dan New York. Ia menulis sejumlah novel dan kumpulan cerita pendek, di antaranya Eye of a Blue Dog (1947), Leaf Storm (1955), No One Writes to the Colonel (1958), In Evil Hour (1962), Big Mama’s Funeral (1962), One Hundred Years of Solitude (1967), Innocent Erendira and Other Stories (1972), The Autumn of the Patriarch (1975), Chronicle of a Death Foretold (1981), Love in the Time of Cholera (1985), The General in His Labyrinth (1989), Strange Pilgrims (1992), dan Of Love and Other Demons (1994).
Gabriel García Márquez memperoleh Hadiah Nobel Kesusastraan pada 1982. Ia tinggal di Mexico City.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:20

Penulis: Andrea Hirata
ISBN: 978-979-1227-02-5
Jumlah halaman: xii + 288 hlmn
Penyunting: Imam Risdiyanto
Harga: 39.000,-
SINOPSIS
Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Prancis, Ikal dan Arai, mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia, khususnya Melayu.
Di dalam buku ini juga Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan-kenalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat terbahak, sekaligus berurai air mata.
Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!
Novel ini kian meneguhkan kehadiran tetralogi Laskar Pelangi sebagai karya unggul yang pasti disukai pembaca.
—Ahmad Tohari, sastrawan
Andrea Hirata membuatku mabuk kepayang!
—Linda Christanty, cerpenis
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:13

Penulis: Truman Capote
ISBN: 978-979-1227-09-4
Jumlah halaman: viii + 476 hlmn
Penerjemah: Santi Indra
Penyunting: Wendratama
Harga: 55.000 ,-
SINOPSIS
Sebuah keluarga pemilik ranch kaya dibunuh secara brutal: ayah, ibu, anak laki-laki dan perempuan. Pembunuhan ini begitu mengguncang karena tampak tidak ada motivasi ekonomi maupun dendam pribadi. Dan, korbannya──keluarga Clutter adalah keluarga yang begitu santun-terpandang dan yang paling tidak mungkin memiliki musuh: sosok keluarga paling ideal yang bisa dicita-citakan oleh masyarakat Holcomb, Texas.
Truman Capote ingin menulis sebuah laporan yang lengkap dan kaya tentang tragedi ini. Ia mewawancarai orang pertama yang mendapati pembunuhan ini, orang-orang terdekat korban, detektif yang menyelidiki, hingga perjumpaannya dengan pelaku itu sendiri dan kisah panjang yang melatarbelakangi tindakan nekad di tengah malam itu.
Dan Capote memang berhasil menuliskannya secara memuaskan, dari detail psikologis hingga aspek legalitas yang berkenaan dengan hukuman mati──yang menjadi perdebatan tentang layak tidaknya pembunuh keluarga Clutter dihukum mati di tiang gantungan.
TENTANG PENULIS
Truman Capote mendapat perhatian dan pujian luas dari kalangan sastra dan jurnalisme untuk karya ini. In Cold Blood memang puncak dari perjalanan panjang mimpinya untuk memberikan kontribusi bagi munculnya sebuah bentuk sastra baru: Novel Nonfiksi.
Hingga sekarang, ketika novel nonfiksi begitu populer dan beragam, In Cold Blood tetap dianggap sebagai contoh utama karena kekuatan yang dimiliki oleh gaya penulisan, kisah yang diangkat, tokoh-tokoh, dan data yang dikumpulkan oleh Capote: sebuah masterpiece.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:09

Penulis: Rahmad Widada
ISBN: 978-979-1227-16-2
Jumlah halaman: x + 166 hlmn
Penyunting: Salman Faridi
Harga: Rp. 24.000,-
SINOPSIS
Personifikasi Hitler pada diri pemimpin yang tidak disukai Amerika selalu menarik untuk diperhatikan. Ketika pecah perang teluk, Saddam menjadi bulan-bulanan media yang menganggapnya Hitler versi timur tengah. Kemudian, cap Hitler pun sempat mampir pada Presidan Iran, Mahmoud Ahmadinejad, karena meragukan orisinalitas data tentang holocaust.
Ironisnya, dalam konteks invasi terhadap Irak, cap buruk Hitler itu justru berbalik kepada Bush Jr. sendiri, yang sebagian besar dilakukan oleh orang Amerika melalui internet. Gelagat menyamakan Bush dan Hitler ini mungkin bukan sekadar main-main jika penulis memiliki data akurat tentang setiap transaksi bisnis kotor yang pernah dijalankan keluarga Bush semasa pecah perang dunia II. Inilah buku yang mengupas tuntas kelihaian keluarga Bush memperalat orang-orang di sekitarnya untuk kemudian maju menjadi pemimpin sebuang bangsa digdaya bernama Amerika.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:07

Penulis: Joanne Harris
ISBN: 978-979-1227-13-1
Jumlah halaman: xii + 374 hlmn
Penerjemah: Ibnu Setiawan
Penyunting: Wendratama, Imam Risdiyanto
Harga: 49.500 ,-
SINOPSIS
Sebelum Masehi, biji cokelat dipuja. Obat pahit kehidupan, berbuih di gelas upacara berbentuk piala. Predikat sihir melekat padanya. Minuman cokelat disesap di tangga kuil pengorbanan; kegembiraan yang dibawanya dahsyat dan mengerikan.
Vianne Rocher seorang pembuat cokelat. Cokelat yang sesungguhnya, seperti yang diminum oleh bangsa Aztec dalam ritual sakral ribuan tahun silam. Tercampur sempurna aroma cokelat, vanila, tembaga, dan kayu manis yang dipanaskan; aroma cokelat mentah dan tanah Amerika, aroma harum damar dari hutan tadah hujan.
Bagi Lansquenet-sous-Tannes yang bersuasana muram dan diliputi kepalsuan, toko cokelat La Céleste Praline menjadi sesuatu yang asing, sulit diterima. Namun, tidak butuh lama bagi toko ini untuk dicintai penduduk. Ramuan cokelat Vianne mampu membangkitkan energi kejujuran dari dalam diri, dan La Céleste Praline menjadi ruang tempat rahasia dibisikkan, kegelisahan diungkapkan, dan mimpi untuk diuji.
Novel ini merupakan kisah indah tentang cokelat dan pertentangan yang sering terjadi dalam diri kita. Kaya, cerdas, dan nakal, Chocolat merupakan santapan sastra untuk semua orang.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:03

Penulis: Bakdi Soemanto
ISBN: 978-979-1227-14-8
Jumlah halaman: 144 halaman
Harga : 23.000 ,-
SINOPSIS
Sebagai seorang budayawan, penyair, sekaligus akademisi, Bakdi Soemanto berhasil mengelaborasikan kompleksitas dirinya itu ke dalam puisi-puisi yang kontemplatif. Dengan gaya bahasa yang jernih, Bakdi mampu membuat manusia, alam, dan Tuhan menjadi terjangkau oleh nalar kita tanpa harus dengan kernyit di kening. Puisi-puisi dalam buku ini ditulis dalam kurun waktu antara tahun 60-an hingga 80-an.
Date: Friday, 23 Nov 2007 09:00

Penulis: Greg Iles
ISBN: 978-979-1227-11- 7
Jumlah halaman: vi + 574 hlmn
Penerjemah: Cahya Wiratama
Penyunting: Salman Faridi
Harga: 62.500 ,-
SINOPSIS
Di sebuah laboratorium rahasia milik pemerintah, para ilmuwan terkemuka Amerika menciptakan Trinity – sebuah superkomputer yang dapat melampaui kekuatan pikiran manusia. Sebagai seorang ahli etika dalam proyek itu, Dr. David Tennant bekerja di dalam tekanan ilmu pengetahuan yang tak terbatas dan ambisi yang kejam. Setelah seorang rekan ilmuwannya terbunuh, David mengungkap siapa pembunuhnya. Putus asa, ia menemui Rachel Weiss, psikiater yang menyelidiki mimpi-mimpi buruk yang mengganggunya sejak bergabung dalam proyek itu, dan mereka berdua dipaksa untuk melarikan diri demi nyawa mereka.
Diburu ke berbagai belahan dunia, David dan Rachel menemukan fakta di balik Proyek Trinity, serta kekuatan dahysat yang dimilikinya. Tapi detik-detik terakhir Trinity telah dimulai, dan umat manusia kini dijadikan sandera oleh sebuah bentuk kehidupan yang tak dapat dimusnahkan. Satu-satunya harapan untuk selamat ada pada hubungan yang mengejutkan antara Trinity dan pikiran David yang tersiksa. Masa depan umat manusia dipertaruhkan – dan kesalahan berakibat pada kepunahan.
TENTANG PENULIS
Greg Iles lahir di Stuttgart, Jerman, tapi menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Mississippi. Lulusan University of Mississippi, Greg adalah seorang gitaris dan vokalis untuk grup band Frankly Scarlet sebelum menerbitkan novel pertamanya, Spandau Phoenix, pada 1993. Tujuh dari delapan novelnya menjadi buku-buku paling laris versi New York Times. Ia tinggal bersama istri dan dua anaknya di Natchez, Mississippi, tempat ia menulis beberapa dari novel-novelnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Greg, novel-novelnya, dan film-filmnya, kunjungi http://www.gregiles.com.
Date: Friday, 23 Nov 2007 08:51

Kisah Menakjubkan Seorang Pendiri 3600 Perpustakaan di Asia
Penulis: John Wood
ISBN: 978-979-1227-10-0
Jumlah halaman: x + 368 hlmn
Penerjemah: Widi Nugroho
Penyunting: Hermawan Aksan, Salman Faridi
Harga: 49.000 ,-
SINOPSIS
Di usia kerjanya yang mencapai sembilan tahun di Microsoft, John Wood telah hidup jauh dari cukup. Karir menjanjikan, perusahaan besar yang prestisius, dan sejumlah benefit yang menjadi banyak impian para pekerja telah diperoleh John dengan sukses. Kekurangannya cuma satu. John tidak pernah mendapatkan cukup waktu untuk kehidupan pribadinya.
Namun, satu kunjungan ke sebuah agen perjalanan telah mengubah jalur hidup John untuk selamanya. Lepas dari padatnya pekerjaan, John menemukan dirinya menapaki ketinggian Himalaya di dataran tinggi Nepal sejauh 200 mil dan hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 20 hari. Rupanya, desa terpencil di perhentiannya yang terakhir yang dihuni oleh orang-orang buta huruf dengan mayoritas anak-anak putus sekolah itu telah membawa keajaiban bagi hidupnya yang kosong.
Sebuah gagasan tentang ruang baca yang dinamainya A Room to Read telah mengubah dunia yang senyap itu dengan ingar-bingar pengetahuan. Dari ketinggian Himalaya John melebarkan gagasannya untuk anak-anak di banyak negara miskin, jagad pengetahuan yang dilipat dalam lembaran-lembaran buku. Sebuah usaha yang perlu ditiru!
TENTANG PENULIS
John Wood adalah mantan executive di Microsoft yang wilayah kerjanya mencakup asia pasifik. Selepas dari Microsoft, John Wood menjalankan sebuah lembaga nirlaba bernama A Room to Read yang menyediakan banyak buku untuk anak-anak di negara miskin.
Date: Friday, 23 Nov 2007 08:43

Petualangan Seorang Anak Di Atas Kereta Api Maut
Demi Bersatu Kembali Dengan Ibunya
Demi Bersatu Kembali Dengan Ibunya
Penulis: Sonia Nazario
ISBN: 978-979-1227-05-6
Jumlah halaman: viii + 396 hlmn
Penerjemah: Widi Nugroho
Penyunting: Rahmad Widada, Wendratama
Harga: 48.500 ,-
JENIS BUKU
Sebuah kisah nyata yang dialami banyak anak Latin dalam perjalanan mereka menuju Amerika Serikat. Kisah nyata ini ditulis oleh Sonia Nazario, yang kemudian memperoleh penghargaan Pulitzer untuk karyanya ini.
TARGET PEMBACA
Buku ini ditujukan bagi setiap orang, yang bisa memperoleh inspirasi dari anak-anak Latin ini dalam perjuangan menemukan ibu mereka yang bekerja di Amerika Serikat.
SINOPSIS
Dia bercerita tentang gangster yang menguasai atap kereta api, bandit di sepanjang rel kereta, polisi Meksiko yang berpatroli di stasiun-stasiun kereta api yang memperkosa serta merampok, dan bahaya kehilangan kaki saat naik atau turun dari kereta yang sedang bergerak. Selama perjalanannya di atap api kereta melalui Meksiko, katanya pada saya, dia menyaksikan lima peristiwa di mana migran dibuntungkan oleh kereta api. Dia melihat seorang laki-laki kehilangan separuh kaki saat berusaha naik ke atas kereta. Dia melihat enam gangster menarik pisau mereka dan melempar seorang gadis dari kereta hingga tewas. Suatu kali, dia jatuh dari kereta dan mendarat tepat di samping roda-roda baja yang sedang berputar. “Aku mengira aku sudah mati. Tubuhku sangat dingin,” katanya.
Sonia Nazario, peraih penghargaan Pulitzer tahun 2003 untuk kisah Enrique’s Journey ini, dengan berani melakukan perjalanan itu. Untuk menulis dengan akurat dan penuh nuansa, ia berpendapat bahwa dirinya harus benar-benar mengalami apa yang dirasakan anak-anak Latin saat melakukan perjalanan ilegal menuju Amerika Serikat. Selama berbulan-bulan, saat melakukan perjalanan mengikuti jejak kaki Enrique, seorang anak Honduras yang dipilihnya sebagai contoh kasus, ia hampir terus-menerus hidup dalam bahaya dipukuli, dirampok, atau diperkosa.
Setiap tahun, 48.000 anak seperti Enrique pergi ke Amerika Serikat dengan melakukan perjalanan di atas atap kereta api barang. Mereka menyebutnya Al Train de la Muerte atau Kereta Api Maut. Di perbatasan, untuk menghindari petugas imigrasi, mereka berlarian dan melompat dari gerbong ke gerbong yang sedang melaju. Beberapa pergi berhari-hari tanpa makan. Jika kereta berhenti, mereka merunduk di dekat rel, menangkupkan kedua tangan, dan mengambil beberapa sesap air dari genangan yang telah tercemar minyak disel. Mereka tidur di atas pohon, di rumput-rumput yang tinggi, atau beralaskan daun. Dan, 75% dari anak-anak ini, laki-laki dan perempuan, berani menantang perjalanan maut “hanya” untuk mencari ibu mereka. Beberapa masih bayi saat ibu mereka pergi; mereka mengenal ibu mereka hanya dari foto-foto yang dikirimkan ke rumah. Ya, kerinduan akan ibu-lah yang sanggup membangkitkan hasrat sebesar itu. Tidak mengherankan bila di tangan penulis sebesar Sonia, Enrique’s Journey dianggap sebagai salah satu kisah petualangan terbesar abad dua puluh satu.
TENTANG PENULIS
Sonia Nazario adalah seorang projects reporter untuk Los Angeles Times yang telah lebih dari dua dekade menulis tentang isu-isu sosial. Kisah yang ia tulis mengangkat isu-isu sosial terbesar di AS: kelaparan, kecanduan obat, imigrasi.
Ia telah memperoleh beberapa penghargaan nasional untuk beberapa karya yang ia tulis, terutama kisah Enrique’s Journey ini, yang meraih banyak penghargaan, seperti Pulitzer Prize, George Polk Award for International Reporting, dan Robert F. Kennedy Journalism Award.
Nazario menghabiskan masa kecil di Kansas dan Argentina, dan banyak menulis tentang orang Latin di AS. Ia sekarang tinggal di Los Angeles bersama suaminya.
Date: Tuesday, 06 Nov 2007 12:40
Laskar Pelangi berbagi cerita “Meraih Mimpi Masa Depan”
Bentang Pustaka mengundang anda dalam diskusi tetralogi Laskar Pelangi bersama Andrea Hirata (penulis tetralogi Laskar Pelangi), Pangesti Wiedarti (moderator milis beasiswa), dan Meutya Hafid
Hari/Tgl.: Minggu, 11 November 2007
Pukul: 18.30-21.00 WIB
Tempat: MP Bookpoint Yogyakarta, Jl. Kaliurang Km. 6,5
Jadilah 100 peserta pertama dalam acara ini karena anda akan memperoleh suvenir menarik!
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Regol 0274-374006, MP Bookpoint 0274-885485, Bentang 0274-517373
Bentang Pustaka mengundang anda dalam diskusi tetralogi Laskar Pelangi bersama Andrea Hirata (penulis tetralogi Laskar Pelangi), Pangesti Wiedarti (moderator milis beasiswa), dan Meutya Hafid
Hari/Tgl.: Minggu, 11 November 2007
Pukul: 18.30-21.00 WIB
Tempat: MP Bookpoint Yogyakarta, Jl. Kaliurang Km. 6,5
Jadilah 100 peserta pertama dalam acara ini karena anda akan memperoleh suvenir menarik!
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Regol 0274-374006, MP Bookpoint 0274-885485, Bentang 0274-517373
Date: Wednesday, 22 Aug 2007 10:27
Klub Sastra kembali mengundang Anda untuk hadir dalam acara diskusi buku Pencuri Anggrek karya Susan Orlean yang diterbitkan oleh Banana Publisher.
Dr. Janet Steele (pengajar jurnalisme naratif di George Washington University, penulis buku Wars Within, perjalanan majalah Tempo, yang edisi bahasa Indonesianya terbit bulan Agustus 2007), Mira Lesmana (sutradara dan produser film) dan Frankie Handoyo (kolektor anggrek dan penulis The Native Orchids of Indonesia) akan menjadi pembicara diksusi.
Acara akan berlangsung pada hari Jumat 24 Agustus 2007, pukul 19:00-21:00 di MP Book Point, toko buku-cafe, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Diskusi akan dipandu oleh moderator cantik dari Komunitas Bunga Matahari, Anya Rompas. Sejumlah doorprize bagi peserta diskusi bakal dibagikan oleh Penerbit Banana, yang telah ”melahirkan” buku-buku dari pengarang kelas dunia, antara lain The Catcher in The Rye dan Million Dollar Baby.
Ingin lebih jelas mengenai tempat dan waktu, silakan hubungi Caroline di MP Book Point melalui 021-75910212, atau Kef (0811859603) dan Endah (081586189316).
Diskusi ini terbuka untuk umum dan GRATIS!
Dr. Janet Steele (pengajar jurnalisme naratif di George Washington University, penulis buku Wars Within, perjalanan majalah Tempo, yang edisi bahasa Indonesianya terbit bulan Agustus 2007), Mira Lesmana (sutradara dan produser film) dan Frankie Handoyo (kolektor anggrek dan penulis The Native Orchids of Indonesia) akan menjadi pembicara diksusi.
Acara akan berlangsung pada hari Jumat 24 Agustus 2007, pukul 19:00-21:00 di MP Book Point, toko buku-cafe, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Diskusi akan dipandu oleh moderator cantik dari Komunitas Bunga Matahari, Anya Rompas. Sejumlah doorprize bagi peserta diskusi bakal dibagikan oleh Penerbit Banana, yang telah ”melahirkan” buku-buku dari pengarang kelas dunia, antara lain The Catcher in The Rye dan Million Dollar Baby.
Ingin lebih jelas mengenai tempat dan waktu, silakan hubungi Caroline di MP Book Point melalui 021-75910212, atau Kef (0811859603) dan Endah (081586189316).
Diskusi ini terbuka untuk umum dan GRATIS!
Date: Thursday, 21 Jun 2007 15:21
Klub Sastra kembali menyelenggarakan diskusi buku bulanan. Kali ini membicarakan novel karya pemenang hadiah Nobel sastra 1982, Gabriel Garcia Marquez: One Hundred of Solitude, yang diterbitkan ulang oleh Penerbit Bentang Pustaka sebagai Seratus Tahun Kesunyian.
Seperti biasa, acara akan berlangsung di toko buku-cafe MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Tapi harap catat hari, tanggal, dan waktunya:
Sabtu, 30 Juni 2007
Pukul 15:00 – 17:00 WIB
Akan tampil sebagai pembicara, AS. Laksana (cerpenis, instruktur penulisan kreatif, editor MediaKita) yang jauh sebelumnya pernah menerbitkan buku-buku karya para pemenang hadiah Nobel sastra. Didampingi oleh moderator: Aurelia Tiara Widjanarko (penyair, managing editor sebuah majalah), si cantik dan pintar yang telah melahirkan sebuah antologi puisi Sub Rosa beberapa bulan lalu.
Hadiri acara dan libatkan diri dalam diskusi hangat bersama seduhan teh Walini dari Gunung Mas dan cemilan sehat.
Sebuah akhir pekan yang berkesan! Sungguh!
Seperti biasa, acara akan berlangsung di toko buku-cafe MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Tapi harap catat hari, tanggal, dan waktunya:
Sabtu, 30 Juni 2007
Pukul 15:00 – 17:00 WIB
Akan tampil sebagai pembicara, AS. Laksana (cerpenis, instruktur penulisan kreatif, editor MediaKita) yang jauh sebelumnya pernah menerbitkan buku-buku karya para pemenang hadiah Nobel sastra. Didampingi oleh moderator: Aurelia Tiara Widjanarko (penyair, managing editor sebuah majalah), si cantik dan pintar yang telah melahirkan sebuah antologi puisi Sub Rosa beberapa bulan lalu.
Hadiri acara dan libatkan diri dalam diskusi hangat bersama seduhan teh Walini dari Gunung Mas dan cemilan sehat.
Sebuah akhir pekan yang berkesan! Sungguh!
Date: Friday, 25 May 2007 14:13
PESTA TEH KLUB SASTRA BENTANG
Membincang
TSOTSI
Novel Thriller-psikologis Afrika Selatan
(Plus cuplikan film Tsotsi)
MP Book Point
Jumat, 24 November 2006, pk. 18.30
Pembahas: Eric Sasono (Kritikus film, pengamat sastra)
"Tsotsi" dalam bahasa Afrika Selatan berarti "begal" atau "gengster". Ada masa di mana para kawula muda di Johannesberg, Afrika Selatan, begitu terpesona pada film-film gangster dari
Amerika dan meniru gaya dalam film-film itu. Novel Tsotsi sendiri adalah sebuah naskah yang hampir hilang dari seorang dramawan besar dunia, Athol Fugard. Bersama Nadine Godimer, Coetze, dan Andre Brink, beliau adalah sastrawan yang melontarkan kritik keras terhadap Apartheid, dan kemudian mendapat pengakuan internasional. Fugard menulis Tsotsi mulai 1960, dan sempat ia tinggalkan karena ia anggap buruk pada 1962. Sebagian manuskripnya ia robek, dan ia memutuskan untuk tak melanjutkannya. Pada 1978, beberapa orang di Inggris menemukan draf naskah itu, lalu menyarankan Fugard mengizinkan penyuntingan untuk penerbitan novel itu.
Pada 1979, setelah 20 tahun, untuk pertama kali Fugard membaca kembali Tsotsi, untuk diterbitkan. Akhirnya, pada 2004-2005, Gavin Hood, seorang sutradara Afrika Selatan, membuat filmnya –yang memenangi Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik 2006. Liku-liku penulisan dan penerbitan novel ini memberi latar bagi sebuah adikarya yang menghebohkan. Dalam novel Tsotsi, Fugard berhasil mengangkat nilai-nilai universal secara provokatif serta menunjukkan bagaimana cinta dan kehormatan dapat mengalahkan apa pun.
"Dalam sebuah prosa yang kejam namun liris ...(Athol Fugard) secara misterius menceburkan dirinya ke dalam lapisan orang-orang yang tertindas dan membeberkan amarah, penderitaan, dan harapan mereka." (New York Times Book Review)
Silakan datang ke bincang-bincang santai tentang novel dan film ini, bersama kritikus film pemenang Citra, Eric Sasono, di tengah suasana santai pesta teh di Saqi The Cafe, MP Book Point.
MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Telp.: 021-759 102 12 (kontak: Rika/Sherri) .
Membincang
TSOTSI
Novel Thriller-psikologis Afrika Selatan
(Plus cuplikan film Tsotsi)
MP Book Point
Jumat, 24 November 2006, pk. 18.30
Pembahas: Eric Sasono (Kritikus film, pengamat sastra)
"Tsotsi" dalam bahasa Afrika Selatan berarti "begal" atau "gengster". Ada masa di mana para kawula muda di Johannesberg, Afrika Selatan, begitu terpesona pada film-film gangster dari
Amerika dan meniru gaya dalam film-film itu. Novel Tsotsi sendiri adalah sebuah naskah yang hampir hilang dari seorang dramawan besar dunia, Athol Fugard. Bersama Nadine Godimer, Coetze, dan Andre Brink, beliau adalah sastrawan yang melontarkan kritik keras terhadap Apartheid, dan kemudian mendapat pengakuan internasional. Fugard menulis Tsotsi mulai 1960, dan sempat ia tinggalkan karena ia anggap buruk pada 1962. Sebagian manuskripnya ia robek, dan ia memutuskan untuk tak melanjutkannya. Pada 1978, beberapa orang di Inggris menemukan draf naskah itu, lalu menyarankan Fugard mengizinkan penyuntingan untuk penerbitan novel itu.
Pada 1979, setelah 20 tahun, untuk pertama kali Fugard membaca kembali Tsotsi, untuk diterbitkan. Akhirnya, pada 2004-2005, Gavin Hood, seorang sutradara Afrika Selatan, membuat filmnya –yang memenangi Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik 2006. Liku-liku penulisan dan penerbitan novel ini memberi latar bagi sebuah adikarya yang menghebohkan. Dalam novel Tsotsi, Fugard berhasil mengangkat nilai-nilai universal secara provokatif serta menunjukkan bagaimana cinta dan kehormatan dapat mengalahkan apa pun.
"Dalam sebuah prosa yang kejam namun liris ...(Athol Fugard) secara misterius menceburkan dirinya ke dalam lapisan orang-orang yang tertindas dan membeberkan amarah, penderitaan, dan harapan mereka." (New York Times Book Review)
Silakan datang ke bincang-bincang santai tentang novel dan film ini, bersama kritikus film pemenang Citra, Eric Sasono, di tengah suasana santai pesta teh di Saqi The Cafe, MP Book Point.
MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Telp.: 021-759 102 12 (kontak: Rika/Sherri) .
Date: Friday, 25 May 2007 14:11
Launching Buku
DONGENG UNTUK POPPY
Fadjroel Rachman
Tempat:
MP Book Point
Jl. Puri Mutiara Raya 72
Jeruk Purut, Jakarta Selatan
Waktu:
Jumat, 25 Mei 2007
Pukul 19.00-21.00
Pembaca puisi:
Iman Soleh Wungkul
Sujiwo Tejo
Ingrid Wijanarko
Wanda Hamidah
Interpretasi puisi:
Mukti Mukti
MC:
Nova Rianti Yusuf
Turut mendukung:
MP Book Point
Bentang Pustaka
Milis Klub Sastra Bentang
DONGENG UNTUK POPPY
Fadjroel Rachman
Tempat:
MP Book Point
Jl. Puri Mutiara Raya 72
Jeruk Purut, Jakarta Selatan
Waktu:
Jumat, 25 Mei 2007
Pukul 19.00-21.00
Pembaca puisi:
Iman Soleh Wungkul
Sujiwo Tejo
Ingrid Wijanarko
Wanda Hamidah
Interpretasi puisi:
Mukti Mukti
MC:
Nova Rianti Yusuf
Turut mendukung:
MP Book Point
Bentang Pustaka
Milis Klub Sastra Bentang
» © All content and copyrights belong to their respective authors.«
» © FeedShow - Online RSS Feeds Reader







